Senin, 25 April 2011

BELAJAR MEMBUKUSAHA SAMBIL KULIAHA

BELAJAR MEMBUKUSAHA SAMBIL KULIAHA
Banyak remaja yang sudah ingin bisa mencari uang sendiri, meski masih sekolah. hanya sebagai contoh adalah saya :
saya memanfaatkan menjadi tukang pulsa yang saya jual di kampus Universitas Gunadarma untuk kalangan teman-teman saya dan juga teman-teman kantor saya,, dan juga saya memanfaatkan menjadi tukang foto copyan, jika ada dosen yang menyuruh salah satu mahasiswanya untuk memfoto copi kan modul atau tugas-tugas yang akan di berikan,, saya adalah murid pertama yang selalu mengacungkan tangan ke atas untuk memenuhi tugas saya,,,, tujuan saya membuat seperti itu adalah untuk meringankan beban orang tua khususnya membantu dalam masalah uang saku,, di sini saya tidak membuat rugi teman-teman saya dari penjualan pulsa jika 10.000 maka saya akan jual 11.000 dan seterusnya,, dengan untung 1000 saya bsa mendapatkan pelanggan di kampus dan di tempat kerja saya,,, untuk foto copyan saya hanya untung 50 rupiah/lembar jika itu bolak-balik, dan jika tidak saya hanya untung 1000-2000 rupiah /banyaknya foto copyan.
hanya sebagai contoh kalau memang kamu termasuk diantaranya, adalah

1. Pastikan usaha kamu itu tidak mengganggu proses belajar mengajar. So, carilah usaha yg bisa dilakukan sambil sekolah. Contohnya nih jualan aksesoris, tas, baju ke temen2, dll

2. Jika kamu mencari uang dengan jalan bekerja dengan orang lain atau perusahaan lain, usahakan si pemilik usaha mengerti kalo kamu masih sekolah, dan butuh banyak waktu untuk belajar.

3. Jika kamu ingin punya sebuah usaha milik sendiri, dalam artian ada tempat, pegawai, dll, coba buka usaha itu di rumah. Tujuannya, supaya keluarga kamu bisa memantau saat kamu lagi sekolah. Atau, kalau enggak bisa, cari orang yg betul-betul kamu percayai untuk ngejalaninnya. Atau, alternatif laennya, kamu join sama temen atau keluarga di usaha tsb. So, sementara kamu sekolah, rekan usaha kamu itu bisa ngawasinya.

4. Meski kamu sudah bisa cari duit sendiri, jangan sampai sekolah ditinggalkan. So, sekolah tetep jadi prioritas.

kesimpulannya adalah

buat apa kita harus malu jika kita ada niat baik didalamnya,, yang penting masih dalam keadaan halal

MEMANFAATKAN SELA SELA DI LUAR JAM KULIAH

MEMANFAATKAN SELA SELA DI LUAR JAM KULIAH
Waktu kuliah itu berbeda dengan waktu ketika sekolah SMA dimana waktu sekolah sudah ditetapkan atau sudah ditentukannya waktu mulai dan berakhirnya pelajaran, berbeda dengan waktu kuliah dimana para dosen yang menentukan waktu kapan belajar mengajar berlangsung sehingga para mahasiswa bisa belajar untuk mandiri
Ketika waktu kosong sebelum jam kuliah dimulai, beberapa hal yang dapat diisi dengan aktivitas yang bermanfaat seperti:
1. Menjalankan kewajiban seperti ibadah shalat
2. Mengerjakan tugas tugas kuliah di waktu luang
3. Mencari informasi informasi yang penting untuk memperdalam pelajaran yang diberikan oleh dosen
4. memperdalam ilmu atau menghafal.
5. Memanfaatkan internet lounge yang telah di sediakan oleh pihak kampus
6. Bercanda dengan teman sebagai tujuan menghilangkan penat.

SEANDAINYA SAYA MENJADI PEMIMPIN PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI

SEANDAINYA SAYA MENJADI PEMIMPIN PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI
Sebagai seorang pemimpin, bagaimana kita mampu menjadi sosok yang ditaati bawahan,
Seorang pemimpin menciptakan kesempatan untuk belajar - dari dia dan dari diri sendiri. Saya tidak percaya seorang pemimpin tahu segala sesuatu. Ia juga harus belajar dari bawahan mereka, sama seperti bawahan belajar dari pemimpin. Dengan hal itu pemimpin juga bisa memahami bawahan, dan sebaliknya.
2. Pemimpin membawa fokus bawahan dan organisasi.
Pemimpin sangat menyadari strategi dan arah organisasi. Dia melihat gambaran besar dan mampu fokus terhadap tugas yang ada.
3. Pemimpin mampu bekerja dengan dan orang-orang berpengaruh.
Seorang pemimpin adalah influencer, tidak diktator . Harus punya koneksi ke seluruh organisasi dan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif di seluruh organisasi dan seterusnya.
4.Pemimpin membawa perubahan dan menangani eksternalitas.
Seorang pemimpin yang baik itu sendiri adalah agen perubahan yang sangat baik dan sangat mudah beradaptasi terhadap perubahan. Mereka mengambil perubahan langkah yang baik dan mampu berasimilasi dengan sempurna ke dalam alur kerja.

Singkatnya, pemimpin yang baik adalah manusiawi dan karismatik dengan cara mereka sendiri, sehingga membuat orang ingin dipimpin oleh anda. Semua orang akan memiliki gaya pribadi mereka sendiri.

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI MODERN

DESAIN DAN STRUKTUR
ORGANISASI FORMAL

Organisasi formal dapat diibaratkan sebagai sebuah “kendaraan” untuk mencapai tempat tujuan secar bersama. Organisasi formal adalah sistem kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.

Desain Struktural Organisasi Formal

Untuk membantu membantu pencapaian tujuan organisasi dengan efektif. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran supaya tahu bagaimana menjalankan organisasi untuk mencapainya. Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasi, yaitu dengan menentukan seluruh pekerjaan, hubungan antara tugas, batas wewenang dan tanggung jawab untuk menjalankan masing-masing tugas tersebut. Jadi, struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi, serta wewenang dan tanggung jawabnya.
Sturuktur organisasi formal mempunyai dua muka; pertama, model struktur, dimana kita dapat mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi, dan kedua, dimensi-dimensi dasar struktur yang akan menentukan kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang dapat diberikan. Variabel-variabel kunci yang menentukan desain struktural organisasi, yaitu 1) strategi oragnisasi, 2) lingkungan yang melingkupinya, 3) teknologi yang digunakan, dan 4) orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
Strategi dan Struktur
Pertama kali dijelaskan oleh Chandler dalam studinya pada beberapa perusahaan besar di Amerika. Setiap perusahaan yang diteliti Chandler pada mulanya mempunyai struktur yang disentralisasikan, dimana tipe struktur ini cocok untuk lini produk yang terbatas. Karena perkembangan penduduk, pendapatan nasional, dan tingkat inovasi teknologi, bagaimanapun juga perusahaan-perusahaan tersebut memperkembangan berbagai produk baru, memasukai pasar-pasar baru dan menaikkan keluaran. Dalam pemilihan suatu strategi dan sturktur untuk mengeimplementasikannya para manajer harus mempertimbangankan pangaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi.
Lingkungan Eksternal dan Struktur
Tipe-tipe lingkungan sebagai berikut:
1. Lingkungan stabil, yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau tiba-tiba.
2. Lingkungan berubah (changing environment), yaitu lingkungan dimana inovasi mungkin terjadi dala setiap atau semua bidang yang telah disebut di atas produk, pasar, hukum, atau teknologi.
3. Lingkungan bergejolak (turbulent environment). Bila para pesaing melempar produk baru dan tak terduga ke pasaran, hukum sering diganti, kemajuan teknologi merubah secar desain produk dan metode-metode produksi, organisasi ada dalam lingkungan bergejolak.
Burn dan Stalter mengemukakan bahwa sistem mekanistik adalah paling sesuai untuk lingkungan stabil, sedangkan sistem organik paling sesuia untuk lingkungan bergejolak. Sistem mekanistik berarti bahwa kegiatan-kegiatan organisasi diperinci menjadi tugas-tugas yang terpisah dan terspesialisasi. Dalam sistem organik, individu-individu lebih cenderung bekerja dalam suatu kelompok dari pada bekerja sendiri. Organisasi-organisasi berprestasi tinggi dalam kedua tipe lingkungan mempunyai derajat integrasi lebi tinggi dari pada organisasi-organisasi berprestasi rendah.
Teknologi dan Struktur
Menurut Woodward, ada sejumlah hubungan antara proses teknologi dan struktur organisasi, yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Semakin kompleks teknologi semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen.
2. Rentang manajemen para manajer lini pertama meningkat dari produksi unit ke massa dan kemudian turun dari produksi massa ke proses.
3. Semakin tinggi kompleksitas teknologi perusahaan, semakin besar jumlah staf administrasi dan klerikal.
Arti penemuan ini adalah bahwa untuk setiap tipe teknologi ada aspek-aspek struktur organisasional spesifik yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja yang lebih berhasil.
Orang dan Struktur
Manajer dan Struktur. Manajerial merupakan faktor penting dalam penentuan strategi organisasi. Struktur organisasi juga dipengaruhi secara langsung oleh preferensi pribadi manajer terhadap berbagai tipe organisasi tertentu, terhadap cara-cara berhubungan dengan para bawahan.
Karyawan dan Struktur. Individu-individu dengan tingkat pendidikan rendah yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan repetitif dan membosankan mungkin lebih baik dikelola dengan struktur yang lebih mekanistik.
Proses Desain Organisasi
Dalam teori, proses desain organisasi dapat dimulai dari bawah ke atas (bottom up) atau dari atas ke bawah (top down). Dengan prosedur atas bawah. Tujuan-tujuan organisasional umum diterjemahkan menjadi tujuan-tujuan khusus sebagai sarana pencapaian hasil akhir yang diinginkan. Meskipun secara teoritis dapat dijelaskan secara terpisah, kedua prosedur tersebut dalam kenyataannya saling tergantung. Tujuan-tujuan umum harus ditetapkan bahkan sebelum proses dasar ditentukan dan teknologi inti dipilih.
Pendekatan Kontigensi dan Desain Organisasi
Menurut pendekatan kontigensi (contigency approach), tugas manajer dalam desain organisasi adalah menetapkan suatu “ kesesuaian “ efektif antara struktur organisasi dan variabel-variabel tersebut.

Model-Model Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan di antara funsi-fungsi dalam suatu organisasi serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota organisasi yang menjalankan masing-masing tugasnya. Organisasi dalam kenyataannya tidak berjalan persis seperti yang dierancang sebelumnya yang tentu saja baik “diatas kertas”. Hal ini juga merupakan suatu pendahuluan dari suatu kenyataan yang lebih buruk. Struktur dalam kenyataannya tidak sesuai dengan kondisi teknologi dan lingkungan dapat berjalan baik di atas kertas, bila tidak dalam praktek, mungkin karena orang-orang menciptakan suatu pekerjaan-pekerjaan sendiri yang tidak sejalan dengan rancangan struktur dengan rancangan struktur yang ada. Jadi jelas, tujuan para manajer adalah menciptakan suatu struktur yang memenuhi baik “tuntutan” lingkungan maupun membuatnya sesuia dengan kemampuan.
Model Hubungan Manusiawi
Model hubungan manusiawi, secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi-posisi dan hubungan-hubungan menurut struktur formalnya.
Pertama, yang paling penting model hubungan manusiawi “mempersilahkan” para manjer untuk mempergunakan kemampuan kepemimpinannya.
Kedua, pendekatan hubungan manusiawi menyarankan manajer memafaatkan organisasi dalam departemennya yang menunjukkan bahwa ia memberikan tanggapan kooperatif dan bukannya malah menentang.
Ketiga, pendekatan hubungan manusiawi ditunjukkan dengan sejumlah teknik atau program yang biasanya di bawah yurisdiksi atau wewenang departemen personalia.
Secara ringkas, inti konsep hubungan manusiawi tidak berubah langsung dengan struktur organisasi. Teori-teori hubungan manusiawi terutama lebih dimaksudkan sebagai usaha penyediaan sejumlah teknik dan kemanisme bagi para manajer, yang akan membantu mereka dan para bawahannya untuk menyesuaikan diri dengan batasan-batasan struktur yang ada dari pada hanya sekedar menyediakan prinsip-prinsip untuk mengarahkan perancangan struktur itu sendiri.
Model Sumber Daya Manusia
Implikasi model sumber daya manusia pada struktur organisasi, walaupun abstrak adalah jelas. Model ini berpendapat bahwa apada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari pengarahan dan pengendalian diri lebih kreatif dari pada pekerjaan mereka sekarang, dan bahwa tugas manajer adalah menciptakan suatu lingkungan dimana mereka dapat menigkatkan sumbangan kapasitasnya pada organisasi. Hal ini mengharuskan anggota-anggota organisasi mempunyai (1) suatu tujuan tingkat operasional yang telah disetujui bersama, (2) jalur untuk memperoleh sumber informasi vertikal dan horizontal yang relavan, dan (3) kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi denga keputusan dan perilaku yang mengarahkan pencapaian tujuan dengan efesien. Tujuan organisasi model sumber daya manusia ditetapkan bersama oleh manajer dan bawahannya atau paling tidak bawahan dilibatkan.

Dimensi-Dimensi Dasar Struktur Organisasi

Pembagian Kerja
Desain organisasi secara esensial menyangkut penyusunan suatu organisasi (perusahan) untuk mencapai efektivitas optimum. Oleh karena itu, para anggota organisasi dihadapkan pada dua perhatian pokok: (1) pembagian kerja yang dilaksanakan, dan (2) penentuan basis yang tepat untuk pengelompokan kegiatan-kegiatan agar menghasilkan satuan-satuan kerja yang efisien dan menguntungkan bagi organisasi secara keseluruhan.
Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingakat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan apada individu-individu tertentu atau ketrampilan-ketrampilan khusus, dan gerakan-gerakan atau perpindahan yang percuma komponen-komponen pekerjaan besar.
Berbagai Fungsi yang Melekat pada Struktur Organisasi
Kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan sebagai fungsi-fungsi struktural yang terjadi secara garis besar dapat diperinci sebagai berikut:
Wewenang, arti wewenang (authority) adalah hak melakukan suatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu. Wenang merupakan kunci jabatan manajerial.
Kekuasaan, arti kekuasaan (power) sering dicampur adukkan dengan wewenang. Walaupun kekuasaan dan wewenang sering ditemui bersama, tetapi keduanya berbeda.
Tanggung jawab, arti tanggung jawab (responsibility) adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu. Dalam organisasi, tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugas atau fungsi organisasi.
Akuntabilitasi. tidakseperti tanggung jawab, akuntabilitasi (accountability) adalah faktor di luar individu dan perasaan pribadinya.
Hubungan lini dan staf. Masih berhubungan dengan konsep wewenang dikenal apa yang disebut hubungan lini dan staf. Keduanya ini merupakan pendekatan yang berbeda untuk menentukan deskripsi wewenang dalam organisasi.
Rentang kendali. Rentang kendali atau pengawasan (span of control) adalah berapa orang jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan.
Struktur flat dan tall. Dalam analisis organisasi, istilah flat (datar) dan tall (tinggi) digunakan untuk menggambarkan pola menyeluruh rentang kendali dan tingkatan manajemen.
Sentaralisasi dan desentralisasi. Bila wewenang didelegasikan atau di limpahkan meluas dalam suatu organisasi, desentralisasi wewenang terjadi. Sebaliknya dalam organisasi di mana wewenang dipegang atau dipusatkan pada seseorang atau beberapa orang, kondisi sentralisasi wewenang tampak.
Rantau wewenang skalar. Karena keseluruhan kegiatan organisasi dibagi-bagi dan dikelompokkan atas dasar fungsi, produk,wilayah dan sebagainya, dan karena adanya saling ketergantungan diantaranya, maka kegiatan-kegiatan tersebut harus diintegrasikan.
Kesatuan perintah. Satu aspek dasar struktur organisasi lainnya (implisit dalam rantai skalar) adalah “satu orang,satu atasan”. Ini berarti bahwa seorang bawahan hendaknya hanya menerima instruksi dari sumber tunggal.
Departementasi
Departementasi atau departementalisasi bersangkutan dengan proses penetuan cara pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi. Departementasi mencerminkan organisasi horizontal pada setiap tingkatan hirarki, dan berhubungan erat dengan prinsip spesialisasi klasik. Departementasi yang lebih khusus,secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Waktu dapat dibagi menjadi shift pertama, shift kedua, dan shift ketiga.
2. Pelayanan (service) yang mungkin mencerminakan kelas pertama, kelas kedua, dan kelas turis dalam suatu kapal pesiar.
3. Langganan dapat terdiri dari departemen penjualan industri, pedagang eceran, pemerintah, militer dan konsumen akhir.
4. Peralatan dapat diperinci, misal di dalam kelompok produksi, menjadi departemen pemotongan, perkaitan dan pembungkusan.
5. Urutan angka (alpha numerical) dapat digunakan dalam pelayanan telephone dimana nomor 0000-5000 ditempatkan dalam satu departemen dan nomor-nomor 5001-9999 dalam departemen lain.

Desain Struktural Modern

Organisasi Proyek
Oraganisasi-organisasi proyek semakin banyak digunakan dalam industri-industri dengan teknologi tinggi ynag memerlukan perhatian besar terhadap perencanaan, penelitian, dan pengembangan serta koordinasi. Bnetuk organisasi proyek umum dipakai dalam industri ruang angkasa dan juga menjadi semakin luas digunakan dalam organisasi-organisasi bisnis, pemerintahan.
Berbagai Tipe Struktur Proyek
Ada beberapa macam bnetuk struktur proyek. Bentuk pertama adalah organisasi proyek individual. Tipe kedua adalah organisasi proyek staf. Variasi ketiga adalah organisasi proyek “Intermix”. Tipe keempat disebut organisasi proyek agregat.
Organisasi Matriks
Bila struktur proyek dilapiskan di atas struktur fungsional, hasilnya adalah sebuah matriks. Kadang-kadang organisasi matriks (matrix organization) dianggap sebagai suatu bentuk organisasi proyek plus organisasi fungsional dan nama-namanya digunakan dengan saling dapat dipertukarkan.
Organisasi matriks sangat terkenal dalam industri ruang angkasa dan organisasi-organisasi yang memerlukan kooedinasi karena banyaknya hubungan-hubungan yang terjadi atau yang memerlukan prestasi teknis tinggi. Bentu organisasi matriks ini akan sangat bermanfaat bila:
1. Kegiatan mempunyai waktu penyelesaian yang terbatas dan skedul waktu harus ditepati.
2. Pengendalian biaya merupakan faktor kritis.
3. Banyak ketrampilan atau keahlian khusus ynag membutuhkan koordinasi bagi penyelesaian proyek.
4. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak yang baru dan belum dikenal para anggota tim proyek.
Organisasi Bentuk Bebas
Tipe organisasi yang berhubungan erat dengan model-model proyek dan matriks adalah struktur organisasi modern bentuk bebas (free-form organization). Kadang-kadang disebut naturalistik atau organik. Ada dua karakteristik umum tipe organisasi ini: pertama, organisasi bentu bebas mengunakan secara ektensif sistem informasi yang dikomputerisasikan. Kedua, organisasi bentuk bebas biasanya beranggotakan dan dikelola oleh para manajer muda dan dinamis yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan.

Minggu, 27 Februari 2011

TULISAN

1.bagaimana kiat2 belajar diperguruan tinggi?
2.apa kata makna “sukses”menuryut anda?
3.apa yang anda lakukan setelah lulus kuliah nanti?
4.apa yang dimaksud dengan menjadi “sarjana membumi”…?

Jawaban…


1.sebagai berikut
1. harus sungguh-sungguh,rajin,niat,selalu memperhatikan apa yang di bicarakan dosen, Mekanisme Mengikuti Kuliah.
Jangan datang terlambat, karena bila teman2 terlambat maka akan kehilangan momen penting. Bila momen tersebut hilang, maka akan sulit untuk menyesuaikan diri pada laju perkuliahan & laju penyampaian materi yang membahas materi kuliah pada saat itu. Materi ini biasanya disampaikan dengan padat.
Periksalah materi perkuliahan dengan baik sebelum datang ke ruang kuliah.
2. Sebaiknya teman2 telah mempelajari terlebih dahulu materi sebelumnya dan membaca materi yang akan diajarkan. Jika masih belum mengerti, diskusikanlah materi tersebut dengan dosen pengajar pada awal kuliah. Akan lebih baik lagi bila teman2 membaca materi yang akan diajarkan sehingga pada saat perkuliahan teman2 telah memiliki gambaran perkuliahan secara umum & tidak terlalu asing dengan istilah-istilah baru yang digunakan dalam perkuliahan.
Jangan dengan sengaja meninggalkan kuliah.
3. Perkuliahan adalah suatu rangkaian penyampaian materi. Jika teman2 sekali tidak ikut kuliah, maka teman2 harus belajar sendiri untuk memahami materinya, dan jika materi tersebut belum dikuasai, maka akan sukar untuk memahami materi berikutnya. Perlu diingat bahwa hampir seluruh mata kuliah mensyaratkan agar dapat mengikut ujian, persentase kehadiran harus lebih dari 90 %.
Berpakaianlah secara sopan dan rapi.
4. Cara berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Berpakaian rapi meliputi mentaati norma dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat serta menutupi seluruh aurat dengan baik. Dengan berpakaian rapi selain tidak mengganggu orang lain juga menunjukkan bahwa kita memiliki norma dan sistem nilai yang luhur. Diwajibkan bagi para mahasiswa memakai sepatu saat menghadap dosen dan menghadiri perkuliahan.



2. SUKSES adalah ANDA, BUKAN orang lain!
SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya.
Awali SUKSES ANDA dengan JUJUR kepada diri Anda sendiri.
SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja.
SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah dan menerima kebenaran.

3.mencari pekerjaan,berusaha mengerjakan sesuatu yang sudah didapatkan dengan sungguh-sungguh,mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya,membahagiakan orang tua dan keluarga,mencari pendamping hidup yang baik,membeli rumah dan kendaraan dan hidup bahagia 

4.adalah lulusan universitas yang dapat bermanfaat untuk orang lain,berguna bagai masyarakat luas,memberikan kemampuan max’a untuk kepentingan orang banyak,memberikan masukan positif dan bermanfaat.

TEORI ORGANISASI

TEORI ORGANISASI
TEORI ORGANISASI KLASIK
Konsep-konsep tentang organisasi telah berkembang mulai tahun 1800-an, dan konsep-konsep ini sekarang dikenal sebagai teori klasik (Classical Theory) yang disebut juga teori tradisional. Organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Para teoritisi klasik menekankan pentingnya rantai perintah dan penggunaan disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar beroperasi lebih efisien.
Teori klasik berkembang dalam tiga aliran: biokrasi, teori administrasi, dan manajemen ilmiah.
Ketiganya mempunyai efek yang sama dalam praktek, dan semuanya dikembangkan sekitar tahun 1900-1950 oleh kelompok-kelompok penulis yang bekerja secara terpisah dan tidak saling berhubungan.

Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan , kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja bersama.

Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya: The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
Kata biokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara koadratnya adalah bentuk organisasi yang palin efesien. Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokrasi sebagai berikut:
Pembagian kerja yang jelas
Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
Hubungan-hubungan antara pribadi yang bersifat “ impresonal”.
Jadi birokrasi adalah sebuah model organisasi normatif yang menekankan struktur dalam organisasi.

Teori Administrasi
Teori administrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik. Teori administrasi juga berkembang sejak tahun 1900. Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, seperti Mooney dan Reily di Amerika.
Henri Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6 (enam) kelompok:
Kegiatan-kegiatan teknikal (produksi, manufacturing, adaptasi)
Kegiatan-kegiatan komersial ( pembelian, penjualan, pertukaran)
Kegiatan-kegiatan keamanan ( perlindungan terhadap kekayaan dan opersonalia organisasi)
Kegiatan-kegiatan akuntansi (penentuan persediaan, biaya, penyusunan neraca dan laporan rugi-laba, statistik)
Kegiatan-kegiatan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, pengawasan)

Fayol mengemukakan dan membahas 14 (empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrai, sebagai berikut:
Pembagian kerja (division of work)
Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
Disiplin (descipline)
Kesatuan perintah ( unity of command)
Kesatuan pengarahan (unity of direction)
Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ( subordination of induvidual interests to general interests)
Balas jasa ( remuneration of personnel)
Sentralisasi (centralization)
Rantai skalar ( scalar chain)
Aturan (order)
Keadilan ( equity)
Kelanggengan personalia (stability of tenure ofpersonnel)
Insiatif (initiative)
Semangat korps (esprit de corps)

Urwick dan Gulick: Mooney dan Reilly menekankan tiga prinsip organisasi yang mereka teliti dan temukan telah dijalankan dalam organisasi-organisasi pemerintahan, agama, militer, dan bisnis. Ketiga prinsip tersebut:
Prinsip koordinasi. Organisasi-organisasi bila orang-orang sebagai anggota mengkombinasikan usaha-usaha mereka untuk suatu tujuan tertentu.
Prinsip skalar. Prinsip skalar kadang-kadang disebut prinsip hirarkis. Berarti bahwa pembagian tugas atau kerja dilakukan atas dasar derajat wewenang dan hubungan tanggung jawab.
Prinsip fungsional. Istilah fungsionalisme dalam hal ini berarti pembedaan di antara macam-macam tugas.

Manajemen Ilmiah
Bagian ketiga dari teori klasik adalah manajemen ilmiah (Scientific Management). Manajemen ilmiah, yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor, telah dipergunakan cukup luas. Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “ a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor mencoba mengembangkan metode kerja yang efisien dengan mengadakan pendekatan ilmiah terhadap masalah-masalah manajemen. Sebagai hasilnya dia mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan, yaitu:
Menggantikan metode-metode kerja dalam praktek dengan berbagai metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah, agar memungkinkan para karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.
Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintergrasikan, sehingga para karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai tingakat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah.
Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer sebagi upayah untuk menimbulkan suasana kerja sama yang baik.

Teori Klasik : Anatomi Organisasi Formal
Teori organisasi klasik hampir sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Hal ini tercermin dala teori-teori di muka yang dikemukakan oleh para penulis terkenal, antara lain seperti Weber, Fayol, Taylor, Mooney, dan Reilly, Gulick dan Urwick.
Rangkuman konsep-konsep dasar teori organisasi klasik dapatlah diuraikan berikut ini:

DEFINISI ORGANISASI FORMAL.
Empat unsur pokok organisasi formal yang selalu muncul dalam leterarur-leteratur manajemen adalah:
Sistem kegiatan yang terkoordinasi.
Kelompok orang.
Kerjasama untuk mencapai tujuan.
Organisasi formal adalah sistem kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.

DASAR-DASAR ORGANISASI MENURUT TEORI KLASIK.
Menurut para pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu organisasi atau koordinasi bergantungan pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelum “ kesatuan kegiatan” (unity of action) itu mungkin terjadi. Kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
Kekuasaan
Saling melayani
Doktrin
Displin

TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL.
Pembagian kerja : Pertimbangan adanya pembagian kerja (spesialisasi) adalah bahwa dengan mengembangkan pekerjaan-pekerjaan teknis organisasi akan dicapai perbaikan hasil kerja. Pembagian kerja merupakan dasar utama teori organisasi klasik dan koordinasi.
Proses skalar dan fungsional : proses skalar adalah mengenai perkembangan rantai perintah yang menghasilkan pertambahan tingkat-tingkat pada struktur organisasi.
Struktur : struktur adalah hubungan antara berbagai kegiatan berbeda yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi. Tujuan struktur ialah menyediakan/memberi wadah pada fungsi-fungsi organisasi, agar tujuan organisasi tercapai dengan efektif.
Rentang kendali (Span of Control) : rentang kendali ini dapat bersifat lebih mendatar, yaitu struktur flat melunjang yaitu struktur tall.

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK

Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai induvidu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Atas dasar anggapan ini teori neoklasik mendefinisikan suatu organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama.

PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK
Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Musterberg. Pendekatan neoklasik ditemukan juga di dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti Gardner dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.
Sebagai pencetus psikologi industri yang diakui luas, Hugo Musterberg menulis bukunya yang paling menonjol, Psychology and industrial efficiency, pada tahun 1913. Buku ini merupakan jembatan penting antara manajemen ilmiah dan perkembangan lebih lanjut teori neoklasik, yang berkembang sekitar tahun 1930-an.
Permulaian perkembangan teori hubungan manusiawi ( teori neoklasik) ditandai dengan percobaan-percobaan Hawthorne yang dilakukan dari tahun 1924 sampai 1932. Walaupun teori neoklasik muncul sebelumnya, tetapi percobaan-percobaan Hawthorne ini niscaya merupakan kristalisasi teori neoklasik. Jadi para peneliti Hawthorne mengemukakan pentingnya perasaan dan sikap para karyawan serta kelompok-kelompok kerja mereka.

KRITIK DAN “USUL” PERUBAHAN NEOKLASIK PADA TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL.
Pengikut aliran neoklasik adalah mereka yang membahas kelemahan model klasik pada perilaku organisasi, tetapi tidak menentang seluruh teori klasik. Kritik dan perubahan-perubahan yang “diusulkan” oleh teori organisasi klasik dapat diuraikan berikut ini:
Pembagian kerja (Devision of Labora)
Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada (“lack of rule”) dan disiplin diri menjadi berkurang (“lack of self-discipline”).
Dan akibatnya adanya pembagian kerja adalah spesialisasi yang mengakibatkan orang terpecah belah, merasa cemburu (iri) denga orang lain, dan sebagainya.
Oleh karena itu teori neoklasik mengemukan perlunya:
Partisipasi
Perluasan kerja
Management bottom-up
Proes-proses Skalar dan Fungsional
Proses skalar dan fungsional menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
Kasus 1. Kapasitas lebih besar dari pada wewenang. Pemecahan yang jelas adalah mempromosikan atau memindahkan pada fungsi yang lebih sepadan dengan kemampuannya.
Kasus 2. Kapasitas lebih kecil dari pada wewenang. Adanya beberapa alternatif dalam memecahkan kasus ini, termasuk demosi atau pemecatan dalam keadaan eksrism.
Struktur organisasi
Struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal di antara orang-orang yang melaksanaka fungsi yang berbeda-beda. Menurut Milville Dalton penyebabnya adalah:
Perbedaan tugas antara orang lini dan staf
Perbedaan umur dan pendidikan
Perbedaan sikap
Rentang Kendali
Rentang yang pendek mengakibatkan pengawasan yang ketat rentang yang luas memerlukan pendelegasian yang baik dengan mengurangi pengawasan. Karena perbedaan individu dan organisasi, kadang-kadang yang satu lebih baik dari pada yang lain, maka rentang kendali tidak dapat ditetapkan secara kaku.

PANDANGAN NEOKLASIK TERHADAP ORGANISASI INFORMAL.
Titik tekanan teori neoklasik adalah pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok pekerja. Organisasi informal berarti kelompok-kelompok alamiah yang terbentuk sebagai hasil interaksi di antara para karyawan dalam situasi kerja mereka.
Faktor-faktor yang dapat menentukan organisasi informal, antara lain:
Lokasi : untuk membentuk suatu kelompok, orang harus mempunyai kontak tatap muka
(face-to-face) yang ajeg.
Jenis pekerjaan : ini merupakan faktor kunci yang menentukan munculnya dan komposisi Organisasi informal.
Minat : walaupun orang-orang mungkin ada pada lokasi yang sama, melaksanakan kerja sama, melaksanakan kerja sejenis, perbedaan minat mereka menjelaskan mengapa muncul beberapa organisasi informal yang kecil, di saping satu yang besar.
Masala-masalah khusus : dalam hal ini, orangt-orang yang tidak mempunyai minat, pekerjaan dan lokasi yang sama bergabung bersama untuk kepentingan khusus.


TEORI ORGANISASI MODERN

Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan management adalah teori modern, yang kadang-kadang disebut juga analisa sistem pada organisasi.
Teori modern adalah multidisiplin denagn sumbangannya berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan. Interaksi dinamis antara proses-proses, bagian-bagain dan fungsi-fungsi dalam suatu organisasi, maupun dengan organisasi lain, dan dengan lingkungan, merupakan inti pambahasan teori modern.

Dasar pemikiran teori organisasi modern
Teori organisasi dan manajemen modern dikembangakan sejak tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal yang mendasar berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi. Kedua, ilmu pengetahuan telah membicarakan konsep koordinasi, skalar, vertikal.
Teori modern bisa disebutan sebagai teori organisasi dan manajemen umum ynag memandukan teori klasik dan noeklasik dengan konsep-konsep ynag lebih maju. Sebagai suatu sistem, oragnisasi terdiri atas 3 unsur :
Unsur struktur yang bersifat makro
Unsur proses yang juga bersifat makro
Unsur perilaku anggota yang bersifat makro

Teori Sistem Umum
Teori sistem umumnya merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang berlaku inuversal. Tujuan teori umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan mengunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh sistem sebagai titk awal. Ada beberapa tingkatan sistem yang harus diintegrasikan sebagai berikut:
Struktur statik
Sistem dinamik sederhana
Sistem sibernetik
Sistem terbuka
Sistem genetika sosial
Sistem hewani
Sistem manusiawi
Sistem sosial
Sistem transedental

Teori Organisasi Dalam Suatu Kerangka Sistem
Teori organisasi modern adalah multidisipliner yang konsep-konsep dan teknik-trekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi, seperti sosiologi, teori administrasi, ekonomi, psikologi, ekologi, operations research, dll.
Faktor-fator yang membedakan kualitas teori organisasi modern dengan teori-teori organisasi lainnya adalah dasar konsepsional – analitiknya, ketergantungannya pada data riset empirik, dan di atas semuanya, sifat pemandu dan pengintegrasiannya.
Bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya:
Individu
Organisasi formal
Organisasi informal
Struktur status dan peranan
Lingkungan phisik

Pendekatan-pendekatan manajemen
Pemahaman akan teori-teori organisasi tersebut memungkinkan kita dapat secara lebih baik mempelajari bidang manajemen dan prilaku organisasional. Berikut ini sebagai rangkuman, akan dibahas pendekatan-pendekatan manajemen, yaitu pendekatan-pendekatan proses, perilaku, kuantitatif, sistem dan contingency (situasional).
Pendekatan Proses
Pendekatan proses dalam manajemen juga disebut pendekatan fungsional, operasional, universal, tradisional atau klasik.
Pendekatan Keperilakuan
Pendekatan keperilakuan muncul karena ketidakpastian terhadap pendekatan klasik.


Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantatif sering dinyatakan dengan istilah management science atau operations research (OR).
Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem dalam manajemen merupakan pendekatan yang ditetapkan paling akhir, dan dipahami dengan sudut pandang teori sistem umum atau analisis sistem.
Pendekatan Contingency (Situasional)
Pendekatan contingency muncul karena ketidakpuasaan atas anggap keuniversalan dan kebutuhan untuk memasukkan berbagai variabel lingkungan ke dalam teori dan praktek manajemen.

Selasa, 25 Januari 2011

tinju dan manfaatnya

Memukul sandsak merupakan latihan yang sempurna bagi kebugaran stamina. Anda akan dapat membangun kekuatan, kemampuan, stamina dan latihan jantung. Namun, mungkin anda akan kelelahan setengah mati setelah 15 menit. Meski begitu, dalam waktu singkat, anda juga akan memiliki punggung, bahu, otot lengan yang kuat dan stamina yang oke.

Akan sangat membantu bila anda mengetahui sedikit dasar olahraga tinju terlebih dahulu. “Sayangnya, hanya segelintir perempuan yang memiliki keinginan yang kuat untuk berlatih dengan cara seperti ini dengan telaten. Minimal, untuk membangun kekuatan dibalik kelemahannya. Hal seperti ini sangatlah berguna bagi kebugaran tubuh perempuan-perempuan masa kini,“ kata Justin Blair, pemilik Chrunch Street Boxing Gym di New York City. Jadi jika anda ingin mencoba, lakukan hal berikut.

Berdiri sekitar 1 meter dari sandsak
Kaki dan bahu anda di buka sejajar, kaki kiri menghadap sandsak searah jam 12, kaki kanan dibuka kearah jam 5. Posisikan tangan anda seperti layaknya gaya bertinju.

Pukulan kombinasi
Rapatkan tangan, dengan telapak tangan dikepal dan lalu lakukan right cross (pukulan menyilang) . Tambahkan satu persatu hook (pukulan dari sisi tubuh), uppercuts (pukulan dari bawah keatas), dan body shots. Paduan ini harus mencakup sekitar 5 straight jab (pukulan lurus kedepan) untuk setiap pukulan yang bertenaga.

Lakukan empat kali untuk setiap ronde yang berlangsung selama 3 menit. Dengan istirahat selama 3 menit dalam setiap rondenya. Pusatkan konsentrasi anda, pukul sasaran dengan pukulan yang teratur, jangan asal-asalan memukul.

Lakukan 70 sampai 80 kali pukulan setiap ronde
Di awal latihan, usahakan untuk mempertahankan tubuh agar tetap tegak sepanjang ronde. Kondisi yang prima akan lebih penting daripada kekuatan.

Yang diperlukan
Dalam melakukan latihan keras gaya lelaki bertinju ini, anda sangat memerlukan pembalut tangan, alat pengukur waktu dengan alarm, sarung tinju dan sandsak.

Saran
Pilihlah sarung tinju yang terbuat dari kulit. Karena selain lebih tahan lama, juga akan menghasilkan bunyi yang cukup mengagumkan. Tentunya, akan memacu adrenalin anda. Tak hanya lelaki, perempuan juga dapat memilih gaya latihan seperti ini, karena sangat efektif untuk membangun kekuatan dan kebugaran tubuh anda. Paling tidak, juga berguna untuk kepentingan membela diri. Siapa bilang perempuan tidak membutuhkan latihan yang sedikit keras gaya lelaki? (yz)